Sidoarjo.Terasdelta – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo meluncurkan program Integrated Farming (pertanian terpadu) guna memperkuat ketahanan pangan dan mendorong hilirisasi potensi daerah. Program ini diawali dengan peresmian pendampingan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cahaya Muda Gemilang desa Balongdowo Kecamatan Candi. Selasa (30/6/2026).
Inisiatif lokal tersebut mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat melalui pemenuhan program bantuan strategis dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Ketua Umum BPC HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom, mengungkapkan bahwa dalam program bioflok tematik di satu titik wilayah Candi, kelompok budidaya menerima bantuan berupa 8 unit kolam, 20.000 benih ikan, serta pasokan pakan yang diproyeksikan mencukupi hingga satu siklus masa panen.
Selain fokus pada sektor perikanan di Kecamatan Candi, program hilirisasi ini juga diperluas ke beberapa wilayah strategis lainnya di Kabupaten Sidoarjo, meliputi Kecamatan Tarik, Krian, dan Sukodono.
Tidak hanya sektor perikanan, HIPMI Sidoarjo juga bersinergi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mengembangkan sektor peternakan melalui budidaya ayam petelur.
Saat ini, terdapat tiga titik lokasi pengembangan baru, dengan alokasi bantuan masing-masing mencapai 600 ekor ayam petelur per titik.
Program integrated farming ini dirancang untuk mewujudkan visi dan misi "Sapta Delta" HIPMI Sidoarjo dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang mandiri. Melalui pemanfaatan komoditas pangan lokal, program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Sidoarjo dari hulu ke hilir.
"Tujuannya adalah membentuk satu ekosistem ekonomi daerah yang kuat melalui hilirisasi potensi sumber daya alam dan ekonomi yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo," jelas Zakaria Dimas.
Prospek PDRB dan Swasembada Pangan
Pihak HIPMI Sidoarjo optimis bahwa jika proyek percontohan (pilot project) ini berhasil, skema serupa akan mereplikasi gerakan swasembada pangan ke desa-desa lain di wilayah Sidoarjo.
Dalam jangka panjang, keberhasilan program pertanian terpadu ini diproyeksikan tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, melainkan juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memacu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo.
Ketua Pokdakan Cahaya Muda Gemilang, Mohammad Brail Mukhlas soni, menjelaskan bahwa selain berfokus pada pemilihan bibit ikan yang berkualitas, penerapan sistem bioflok menjadi strategi utama ke depan.
"Sistem yang ke depannya kita pakai adalah sistem bioflok yang ada. Sehingga memang kita akan menggunakan metodenya untuk menyelaraskan antara pemberian pakan dengan kondisi ikan secara beriringan, yang pada akhirnya dapat mengurangi cost (biaya operasional)," ujar Mukhlas soni.
Mukhlas soni menambahkan, proyek awal ini memanfaatkan kolam terpal berteknologi bioflok. Kelompoknya juga membuka peluang untuk membantu masyarakat, khususnya para petani lele, dalam hal manajemen pasca-panen dan strategi pemasaran yang lebih terstruktur.
Pada siklus tebar perdana ini, Pokdakan Cahaya Muda Gemilang mengawali dengan memasukkan sekitar 20.000 ekor bibit ikan berukuran rata-rata 6 centimeter. Dengan estimasi waktu pemeliharaan yang relatif singkat, target panen pun dipasang cukup tinggi.
"Untuk bibit awal tadi jumlahnya 20.000 ekor. Targetnya nanti ketika panen adalah size isi 10 ekor per kilogramnya, sehingga target total panen bisa mencapai 2 ton untuk trial pertama ini," tambahnya.
Mengenai durasi pemeliharaan, Mukhlas soni memproyeksikan waktu panen akan berkisar antara 2 bulan hingga 75 hari, sangat bergantung pada ukuran awal bibit yang disemai. Sementara untuk kebutuhan pakan, sistem bioflok ini diproyeksikan akan menghabiskan rasio pakan yang seimbang, yakni sekitar 2 ton pakan untuk menghasilkan 2 ton bobot ikan siap konsumsi.
Melalui uji coba perdana ini, Pokdakan Cahaya Muda Gemilang berharap sistem bioflok dapat menjadi percontohan yang fleksibel dan berkelanjutan bagi para pembudidaya ikan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.(Mec).
