Sidoarjo.TerasDelta— Yayasan Masjid Nurul Huda Ngampelsari Candi Sidoarjo, Jawa Timur, terus berkomitmen memperkuat perannya sebagai pusat pemberdayaan dan kebangkitan ekonomi serta sosial masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui serangkaian kegiatan sosial, pelayanan kesehatan gratis, hingga bazar barang layak pakai.Ahad (26/7/2026) pagi.
Ketua Yayasan Masjid Nurul Huda, Dr.KH.Agus Yunif Anwaruddin, ST, M.Pd, mengungkapkan bahwa program-program keumatan ini dirancang untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah SAW saat awal hijrah.
"Kami berupaya menjadikan masjid sebagai basis kebangkitan umat. Pemberdayaan masyarakat seyogianya bisa dimulai dari masjid, tidak hanya untuk kegiatan ibadah tetapi juga kemanfaatan sosial," ujar Agus.
Agus menjelaskan, masjid yang pernah meraih Juara 2 Anugerah Masjid Unggulan tingkat nasional dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengawali kegiatan Minggu pagi dengan salat Subuh berjemaah dan pengajian rutin yang dibekali materi edukasi kesehatan.
Usai pengajian, sebanyak 100 warga dan jemaah memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan medis terpadu tersebut meliputi pemeriksaan kadar kolesterol, asam urat, hingga cek kesehatan umum lainnya.
Bersamaan dengan itu, pihak pengelola juga menggelar bazar amal yang menjual bermacam barang layak pakai, mulai dari pakaian hingga tas. Seluruh dana yang terkumpul dari bazar ini disalurkan penuh sebagai infak operasional kemakmuran masjid.
"Bazar amal ini ditujukan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Barang layak pakai dijual dengan harga sangat terjangkau, dan hasilnya diinfakkan kembali ke masjid untuk membiayai kegiatan kemasyarakatan lainnya," terang Agus.
Rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup pukul 09.00 WIB melalui Majelis Kajian An-Nisa yang membahas topik pengasuhan anak (parenting) serta bina keluarga sakinah.
Melihat antusiasme warga, pihak yayasan Masjid Nurul Huda berencana menjadikan agenda bazar ekonomi warga ini rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Sementara itu, program bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis ditargetkan berlangsung berkala minimal satu kali dalam setahun.
Melalui keberlanjutan program ini, pengurus masjid berharap kehadiran tempat ibadah dapat memberikan dampak langsung yang nyata, baik secara spiritual, material, maupun moral bagi lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Dokter pemeriksa kesehatan, dr. Afan Al-Jabar, menyampaikan bahwa perubahan cuaca yang fluktuatif seperti hujan berselang-seling dengan panas terikdapat memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
"Memasuki masa pancaroba, imbauan kami dari bidang kesehatan adalah agar masyarakat senantiasa waspada terhadap infeksi demam berdarah (DBD), terutama saat kondisi hujan yang diselingi cuaca terik," ujar dr. Afan.
Meskipun demikian, dr. Afan menambahkan bahwa situasi terkait DBD saat ini masih tergolong relatif terkendali di kawasan Sidoarjo karena intensitas hujan yang belum terlalu tinggi. Namun, langkah antisipasi dan kesiapsiagaan tetap perlu diperhatikan sejak dini.
Selain ancaman penyakit menular di musim pancaroba, dr. Afan juga menyoroti masalah kesehatan non-menular yang paling banyak ditemui saat pemeriksaan warga, khususnya kelompok usia lanjut. Penyakit seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kadar gula darah tinggi masih menjadi temuan dominan.
Menurutnya, tingginya angka kasus hipertensi sebagian besar dipicu oleh pola hidup dan konsumsi makanan harian yang kurang sehat.
Faktor Penyebab: Konsumsi garam berlebih serta kebiasaan menyantap makanan tinggi natrium/asin.
Faktor Usia: Penurunan fungsi tubuh pada kelompok usia lanjut juga mempengaruhi stabilitas gula darah dan tekanan darah.
Edukasi dan Pencegahan Mandiri
Guna menekan risiko komplikasi, pihak tenaga kesehatan terus memberikan edukasi mengenai langkah-langkah kontrol mandiri, antara lain:
* Memperbaiki pola makan dengan mengurangi makanan terlalu asin dan tinggi gula.
* Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau tekanan darah dan gula darah.
* Menjaga kebersihan lingkungan rumah guna mencegah sarang nyamuk.
"Alhamdulillah, melalui edukasi yang terus dijalankan, masyarakat kini mulai lebih paham mengenai cara mengontrol tensi dan gula darah agar kondisi kesehatan mereka bisa kembali normal," pungkas dr. Afan.(Mec)
