Terasdelta.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn secara resmi meresmikan penggunaan Masjid Al-Hibah sekaligus gedung TPQ Al-Hibah di Desa Sedatigede, Kecamatan Sedati, Senin malam (17/8/2026). Bangunan sarana ibadah dan pendidikan Al-Qur'an tersebut berhasil berdiri megah berkat kekuatan swadaya masyarakat dan partisipasi para donatur dengan total anggaran mencapai Rp2,2 miliar lebih.
Peresmian yang dikemas dalam pengajian umum sekaligus Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi bukti nyata kekompakan warga setempat. Bupati Subandi mengaku kagum atas nilai kebersamaan dan keguyuban masyarakat Desa Sedatigede yang mampu mewujudkan pembangunan secara mandiri.
"Saya yakin masjid maupun TPQ ini tidak bisa terbangun apabila kebersamaan dan kekompakan ini tidak ada," puji Bupati Subandi yang juga ikut menyumbang secara pribadi dalam pembangunan tersebut.
Bupati berharap, keberadaan Masjid dan TPQ Al-Hibah tidak hanya menjadi pusat ibadah dan dakwah, tetapi juga tempat silaturahmi yang membawa kemakmuran, menumbuhkan akhlak mulia, serta mempererat persaudaraan antarwarga Desa Sedatigede.
“Mugi-mugi peresmian masjid ini saget bermanfaat. Khususnya bagi Nahdlatul Ulama, umumnya bagi lingkungan dan seluruh masyarakat yang ada di Sedatigede,” tuturnya.
Ketua Panitia Pembangunan, M. Naib, menjelaskan bahwa proses renovasi masjid dan pembangunan TPQ ini telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2023 dengan total biaya Rp2.276.000.000.
Dana tersebut dialokasikan untuk:
Pembelian lahan: Rp404.000.000
Pembangunan gedung TPQ: Rp1.028.000.000
Renovasi Masjid Al-Hibah: Rp844.000.000
"Semua ini murni hasil swadaya masyarakat luas, bantuan pribadi Bapak Bupati, tokoh masyarakat seperti Abah Hanafi dan Abah Nurul Bahri, serta para donatur," ungkap M. Naib.
Di sela peresmian, Bupati Subandi juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Sidoarjo. Di antaranya pencapaian status Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan gratis bagi warga kurang mampu, rencana pengoperasian RSUD Tipe C di Kecamatan Sedati pada tahun 2027, hingga peluncuran insentif bagi sekitar 6.000 guru ngaji se-Kabupaten Sidoarjo dengan total anggaran Rp26 miliar per tahun. (Sam Arif).
