Sidoarjo.Terasdelta — Ancam bahaya narkotika dan tekanan teman sebaya (peer pressure) kini tak lagi sebatas isu lokal, melainkan tantangan serius yang dihadapi generasi muda di era digital. Menjawab persoalan tersebut, SMP Al Muslim Sidoarjo berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Berani Beda, Menolak Tanpa Ragu”.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid kelas VIII dan IX ini dirancang sebagai edukasi preventif komprehensif. Fokus utamanya adalah membekali pelajar dengan keterampilan komunikasi asertif, kesadaran mental, serta ketahanan diri (self-resilience) dalam menghadapi dinamika pergaulan.
Kepala SMP Al Muslim, Ika Sriyaningsih, menegaskan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk memproteksi siswa melalui pendekatan yang adaptif. Menurutnya, metode edukasi satu arah berupa ceramah kerap kurang efektif bagi remaja.
"Anak-anak di usia remaja cenderung defensif jika hanya diberikan doktrin atau ceramah yang terkesan menggurui. Melalui metode FGD ini, kami menciptakan ruang diskusi yang terbuka, aman, dan interaktif agar mereka mampu berpikir kritis dan membentengi diri dari dalam," ujar Ika dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Al Muslim, Ustaz Yogi, menyebut banyak kasus remaja terjerumus ke perilaku negatif bukan karena niat awal, melainkan dorongan psikologis akibat takut diasingkan dari lingkungan sosialnya.
"Fenomena yang terjadi menunjukkan anak-anak sering kali terjerumus karena rasa 'tidak enak hati' atau takut ditolak teman-temannya. Bersama BNN Sidoarjo, kami memberikan simulasi keadaan nyata agar mereka punya keberanian mental menyampaikan penolakan secara tegas tanpa merusak hubungan pertemanan," jelas Yogi.
Dalam kegiatan tersebut, tim BNN Kabupaten Sidoarjo yang diwakili oleh Widiati Dyah K.W., Yusuf Rizal, Eka Januar W., Amalia Purnasari R., dan Bayu Purnama R.memberikan edukasi yang menyoroti empat pilar utama pencegahan, antara lain:
· Pemahaman Bahaya & Modus Baru Narkoba: Mengenali penyebaran zat adiktif terkini seperti New Psychoactive Substances (NPS).
· Dampak Psikologis Peer Pressure: Mengupas alasan remaja rentan terhadap tekanan dan validasi kelompok.
· Teknik Komunikasi Asertif: Melatih gestur serta tata cara menolak ajakan negatif secara santun namun tegas.
· Manajemen Lingkungan Pertemanan (Positive Circle): Menekankan pentingnya memilih lingkaran sahabat yang saling mendukung secara positif.
Perwakilan BNN Sidoarjo menegaskan, kombinasi ketegasan tanpa kekerasan, keteguhan prinsip, serta kecerdasan memilih lingkungan akan membentuk kepribadian siswa yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh.
Metode diskusi interaktif dan simulasi situasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Juna, salah satu murid kelas VIII SMP Al Muslim, mengaku mendapatkan wawasan baru dalam menyikapi tekanan pertemanan.
"Dulu kalau ada ajakan kurang baik, saya sering bingung dan takut dibilang tidak kompak. Setelah ikut FGD ini, saya paham bahwa menolak hal buruk itu bukan berarti sombong, tapi wujud sayang pada masa depan diri sendiri. Sekarang saya tahu cara bilang 'tidak' secara sopan tapi tetap tegas," ungkap Juna.
Sinergi antara sekolah dan instansi resmi seperti BNN diharapkan dapat terus berlanjut dan diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia guna mencetak generasi muda yang berkarakter kuat dan berintegritas.(Mec).
