Sidoarjo.Terasdelta – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Huda Sedati, Sidoarjo, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara meriah dan khidmat di halaman sekolah, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini melibatkan ribuan siswa dari seluruh jenjang pendidikan serta merangkul partisipasi aktif dari para wali murid.
Acara tersebut menghadirkan penceramah KH. Imam Hambali yang didampingi oleh seniman Abah Topan. Turut hadir pula jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU), pengurus yayasan, serta dewan guru dari jenjang MI, MTs, hingga MA di bawah naungan YPI Nurul Huda.
Kepala MTs Nurul Huda Sedati, Anis Budiman, menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW agar para siswa dapat meneladani sifat-sifatnya.
"Seluruh unit kami ikutkan, termasuk wali murid yang kami undang semuanya. Banyak di antara mereka yang membawa bingkisan seperti buah-buahan atau makanan ringan dari rumah untuk dikumpulkan dan dibagikan kembali," ujar Anis.
Sebanyak 1.200 hingga 1.400 siswa tampak memadati lokasi acara. Menurut Anis, fokus utama tausiyah yang disampaikan menekankan pada pentingnya pembentukan karakter, adab, dan moralitas para peserta didik demi mendapatkan keberkahan ilmu.
"Poin penting dari tausiyah tadi adalah tentang pentingnya adab. Jika anak-anak ingin mendapatkan keberkahan, mereka harus memiliki akhlak yang mulia. Kami berharap lembaga ini terus konsisten mencerdaskan generasi bangsa dengan bekal akhlaqul karimah," tegasnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Imam Hambali menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Ia mengingatkan pentingnya benteng agama untuk meminimalisasi dampak negatif penggunaan gawai pada anak-anak.
"Anak-anak sekarang kalau tidak hati-hati bisa kalah dengan maraknya penggunaan HP. Maka dari itu, harus dibentengi dengan ilmu agama yang kuat," tutur KH. Imam Hambali.
Ia menambahkan, mengingat keterbatasan waktu orang tua dalam mengawasi anak karena kesibukan harian, penanaman nilai-nilai agama menjadi sarana paling efektif untuk membentuk kesadaran mandiri dan karakter anak yang tangguh di tengah gempuran teknologi.(Mec).
