Sidoarjo.Terasdelta — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menetapkan status penanganan darurat usai 551 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Tanggulangin, diduga mengalami keracunan makanan massal. Pemkab menerjunkan tim medis gabungan dan menyiagakan sembilan rumah sakit rujukan untuk menangani para korban.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk menyisir seluruh santri serta siswa di sekitar lingkungan pesantren agar tidak ada korban yang luput dari pemeriksaan.
"Korban susulan yang masih mengeluhkan mual dan pusing langsung kami bawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan intensif," ujar Subandi saat meninjau lokasi bersama Forkopimda Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).
Skema Penanganan Korban
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menerapkan dua jalur penanganan guna mempercepat evakuasi dan perawatan medis:
· Posko Lapangan: Membuka pusat penanganan darurat di lokasi kejadian yang dipimpin langsung oleh tim Puskesmas setempat untuk pertolongan pertama dan pemantauan kondisi fisik.
· Fasilitas Rujukan: Menyiagakan 9 rumah sakit di sekitar Sidoarjo lengkap dengan penguatan tenaga medis serta pasokan obat-obatan.
·
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengonfirmasi bahwa penanganan cepat sejak malam hari berhasil menekan jumlah pasien kritis.
"Dari total 551 korban yang terdata, sebanyak 488 santri sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Saat ini tersisa puluhan pasien yang masih menjalani perawatan intensif dan pemantauan lanjutan," jelas Lakhsmie.
Hingga saat ini, tim medis bersama instansi terkait masih terus mengawasi perkembangan kesehatan para santri di lapangan sekaligus mendalami penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.(Mec).
