Sidoarjo.Terasdelta — Menanggapi beragam spekulasi dan isu politik yang beredar belakangan ini terkait potensi kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bupati Sidoarjo memberikan klarifikasi tegas. Dalam keterangannya, Subandi tokoh politisi senior meminta agar situasi politik tidak diperkeruh dengan kabar-kabar yang belum pasti.
Dalam pernyataan resminya, Subandi menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya bukanlah tentang bergabung dengan partai politik baru. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta fokus pada peran dan kontribusi bagi masyarakat luas.
Ia mengungkapkan bahwa langkah politiknya saat ini lebih diarahkan untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga dan rekan-rekannya. Menurutnya, dinamika politik adalah hal yang biasa, namun asas kebersamaan dan saling mendukung harus tetap diutamakan.
"Hari ini kita belum berpartai dulu. Anak PKB ya PKB, yang ngewangi (membantu) anak bojo (istri/keluarga)... Kok ada PSI, ada apa, jangan gitulah," ujarnya subandi saat di opsroom pemkab Sidoarjo, Jumat (25/9/2026).
Ia juga mengimbau semua pihak untuk tidak saling membandingkan atau mempermasalahkan pilihan partai politik tertentu secara berlebihan. menurutnya, setiap individu memiliki hak dan ruang masing-masing dalam menentukan arah politiknya.
Bantah Komunikasi Intensif dengan PSI
Menjawab isu yang mengaitkan namanya dengan PSI, ia menegaskan secara terbuka bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi politik apa pun antara dirinya dengan pengurus maupun pimpinan PSI.
Bahkan, ia berseloroh mengenai ketahuannya terhadap struktur kepengurusan partai bersimbol mawar tersebut.
'Silakan kalau mau ke PSI ya silakan ke PSI, tak usah bisik-bisik, dorong-dorong. Kita itu pejabat politik sudah pernah memegang jabatan sebagai ketua partai dan sebagainya," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Subandi meminta kepada publik, simpatisan, maupun media massa untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Silakan jangan bikin hoaks, bikin persoalan di situ-situ saja. Wong kita sendiri belum pernah komunikasi sama PSI, kok dibilang sama PSI. Ketuanya siapa saja ndak paham juga," tambahnya.
Sebagai figur yang sudah berpengalaman di dunia politik dan pernah menduduki berbagai posisi strategis, ia berharap semua pihak dapat bersikap dewasa dan saling menghormati.(Mec).
