Sidoarjo.Terasdelta - Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Sidoarjo,H.Subandi,S.H,M.kn dan Wakil Bupati Mimik Idayana, mendapat apresiasi positif dari masyarakat. 17 program prioritas yang dicanangkan pemerintah daerah saat ini
dinilai telah terealisasi dengan baik dan menyentuh kebutuhan dasar warga.
Ungkapan tersebut dinyatakan sejumlah masyarakat Sidoarjo saat menghadiri acara buka bersama (bukber) yang digelar oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Sedati ( 7/3/26 ).
Dondy Setyawan,salah satu warga pabean menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir, perubahan signifikan sangat terasa, terutama pada sektor infrastruktur jalan.
"Alhamdulillah, untuk infrastruktur sudah terlihat hasilnya. Pembangunan betonisasi di desa-desa sudah mulai terlaksana dan hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat," ujar Dondy.
Dondy juga menyoroti keberhasilan program pendidikan dan sosial yang diusung Subandi. Menurutnya, program pemberian beasiswa bagi mahasiswa dan bantuan untuk anak yatim piatu sangat membantu meringankan beban warga.
"Untuk pendidikan juga bagus, sudah jalan program beasiswanya. Ada untuk anak yatim piatu dan juga untuk mahasiswa. Ini sudah terlihat nyata manfaatnya di masyarakat," tambahnya.
Melihat rekam jejak yang positif tersebut, Dondy berharap agar kepemimpinan Subandi dapat terus berlanjut. Ia meyakini bahwa kesinambungan program adalah kunci untuk kemajuan Sidoarjo secara menyeluruh.
"Harapan saya kedepannya beliau bisa lanjut memimpin lagi. Semoga desa-desa di seluruh Kabupaten Sidoarjo semakin maju, baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun perkembangan ekonominya," pungkas Dondy dengan optimis.
Joko Purnomo, salah satu warga Buduran mengungkapkan rasa terima kasihnya atas langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Masalah jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga kini mulai tertangani dengan adanya Tim Gerak Cepat.
"Jalan-jalan yang berlubang langsung mendapat penanganan cepat. Betonisasi terus berjalan, mulai dari jalan kabupaten hingga masuk ke desa-desa. Kami sangat mengapresiasi karena semua ini dilakukan untuk kenyamanan masyarakat," ujar Joko.
Joko memberikan contoh nyata di wilayah Kedungpeluk yang kini telah disiagakan mesin pompa (diesel) untuk menyedot genangan air. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalisir dampak luapan air saat musim hujan tiba.
Nurul Istiana, salah satu warga Semambung, Wonoayu, mengungkapkan kepuasannya terhadap kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir yang paling terasa adalah perbaikan infrastruktur jalan dan perhatian terhadap masyarakat kecil.
"Program-programnya sangat bagus sekali, terutama untuk jalan berlubang semuanya sudah terealisasi. Kemudian untuk masyarakat miskin, program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dan layanan kesehatan juga sangat terasa manfaatnya," ujar Nurul
Nurul menyoroti kemudahan akses kesehatan bagi warga kurang mampu yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Ia menceritakan bahwa warga kini cukup menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari desa untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit secara gratis.
"Untuk masyarakat miskin yang tidak punya BPJS, waktu ke rumah sakit cukup minta SKTM dari desa, langsung ditindaklanjuti sampai sembuh dan itu gratis," tambahnya.
Selain kesehatan, ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam mengatasi banjir dengan pemasangan pompa-pompa air di titik rawan serta pembenahan infrastruktur di pusat kota seperti Alun-alun Sidoarjo dan taman-taman yang kini lebih rapi dan asri.
Melihat capaian yang ada, Nurul berharap kepemimpinan Subandi dapat terus berlanjut dan semakin sukses dalam memperhatikan kesejahteraan rakyat.
"Harapan ke depannya semoga kepemimpinan Abah Subandi semakin sukses, jaya, dan lebih memperhatikan masyarakatnya lagi. Sejauh ini semua program seperti kesehatan, infrastruktur, dan penanganan banjir sudah berjalan dengan sangat baik," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., memberikan pernyataan tegas terkait arah kebijakan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sidoarjo.
Subandi tidak segan-segan memberikan peringatan keras kepada para pejabat, mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat. Ia menegaskan bahwa saat ini aturan memungkinkan evaluasi kinerja dilakukan lebih cepat.
"Kalau dulu butuh dua tahun untuk mengganti pejabat, sekarang dalam enam bulan jika kinerjanya tidak bagus, ya kita ganti. Tidak ada lagi urusan grafitasi atau titipan. Saya membela warga, saya membela rakyat saya," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Sidoarjo kini harus didasarkan pada kompetensi dan integritas, bukan karena faktor kedekatan atau praktik transaksional.
Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama mengawal pembangunan di Sidoarjo agar lebih tepat sasaran. Ia berkomitmen untuk terus turun ke lapangan guna memastikan setiap instruksi pembangunan berjalan sesuai rencana dan bebas dari praktik yang merugikan rakyat. ( Mec )
.jpg)