Suasana "Hantarasena" SMK Telkom Sidoarjo tahun 2026 di halaman sekolah setempat, Senin (15/6/2026).
Terasdelta.com — Alih-alih memilih kemewahan gedung hotel berbintang dengan setelan kebaya dan jas mahal, SMK Telkom Sidoarjo (Skomda) memilih cara yang berbeda, sarat makna, dan menyentuh hati dalam melepas kelulusan para siswanya.
Bertempat di halaman sekolah setempat pada Senin (15/6/2026), lembaga pendidikan ini menggelar prosesi kelulusan unik yang dinamakan "Hantarasena".
Di bawah siraman terik matahari pagi, ratusan siswa, guru, dan wali murid melebur dalam suasana khidmat sekaligus haru.
Konsep "Hantarasena" sengaja dipilih bukan sebagai seremoni perpisahan atau wisuda konvensional, melainkan sebagai simbol komitmen sekolah untuk "mengantarkan" para siswa menuju gerbang masa depan.
Berbeda dengan prosesi pada umumnya, penyematan tanda kelulusan justru dilakukan langsung oleh orang tua murid.
Momen ini menjadi begitu emosional saat para orang tua berjalan di antara barisan siswa, mencari wajah anak-anak mereka yang sedang berdiri tegap menanti.
Isak tangis bahagia pun mengalir di bawah terik mentari. Prosesi ini menjadi sebuah simbol penghormatan tertinggi atas dukungan moral dan materiil orang tua yang menjadi kunci utama kesuksesan sang anak.
Kepala SMK Telkom Sidoarjo, Abror, S.Hum., M.Pd., dalam sambutannya yang menggetarkan, menegaskan bahwa kemegahan dan kemewahan seorang lulusan tidak ditentukan oleh apa yang mereka kenakan atau riasan wajah yang tampak, melainkan dari pola pikir (mindset) dan karakter yang kuat.
Menurut Abror, setiap kebiasaan pagi di Skomda, mulai dari berlari, push-up, menjaga kebugaran, hingga disiplin ketat, adalah bagian dari proses penggemblengan di "kawah candradimuka" agar siswa tangguh menghadapi tantangan zaman.
"Kami tidak menamakan ini sebagai pelepasan, kita juga tidak menamakan ini sebagai wisuda, tapi kita menamakan acara ini sebagai Hantarasena," tegas Abror di hadapan para siswa yang mendengarkan dengan penuh haru.
"Apa itu? Kami ingin membersamai kalian. Kami ingin mengantarkan kalian, bukan melepas. Kami tidak mewisuda kalian, kami mengantarkan kalian menuju peraduan terbaik di masa depan," lanjutnya.
Abror juga mengingatkan para lulusan agar seberapa pun tinggi prestasi yang diraih, bakti kepada orang tua (wa bil walidaini ihsana) harus tetap menjadi pondasi utama kehidupan. Ia juga menegaskan bahwa Skomda akan selalu menjadi rumah hangat bagi mereka untuk kembali.
Suasana haru semakin memuncak saat perwakilan wali murid, Rohim, menyampaikan sambutan balasan. Pihak orang tua menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi para guru yang telah mendidik putra-putri mereka menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing global.
Keberhasilan serapan lulusan Skomda pun terbukti nyata. Selain puluhan siswa yang dilaporkan langsung diterima bekerja di berbagai perusahaan nasional serta menembus universitas-universitas unggulan di Indonesia, terdapat pula lulusan yang berhasil menembus jalur internasional.
Salah satu momen membanggakan yang disebut adalah diterimanya putra dari perwakilan wali murid di Hangzhou Normal University, China.
"Hari ini, kita semuanya anak-anakku, diberikan karpet merah bukan dilepas tapi didampingi menjadi anak-anak yang sukses kelak. Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Ibu guru sekalian," ungkap Rohim sembari menyampaikan permohonan maaf atas segala "kreativitas" dan kenakalan khas remaja para siswa selama 3 hingga 4 tahun menempuh studi.
Acara yang berlangsung penuh peluh dan air mata kebahagiaan itu kemudian ditutup dengan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin
"Beli duren di Pasar Laren, SMK Telkom pancen keren!"
Dengan terlaksananya Hantarasena 2026, SMK Telkom Sidoarjo kembali membuktikan diri tidak hanya fokus pada keunggulan akademik dan teknologi, tetapi juga konsisten dalam membangun karakter, ketahanan mental, dan ikatan kekeluargaan yang erat bagi seluruh civitas akademikanya.
Momentum kelulusan ini pun ditutup dengan indah. Guru dan seluruh siswa dari kelas sepuluh hingga tiga belas membaur jadi satu, bernyanyi bersama dalam harmoni kebahagiaan.
Sebuah pesan edukasi penting dikirimkan dari lapangan ini, bahwa kesuksesan sejati di era global adalah perpaduan antara kecerdasan akademik, rekayasa teknologi digital, restu orang tua, serta akhlak mulia yang kokoh. (Lid / Sam Arif).





