Notification

×

Iklan

Iklan

Kasus HIV/AIDS Meningkat, PC GP Ansor Sidoarjo Siapkan Langkah Taktis dan Gerakan Nyata di Masyarakat.

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T10:31:20Z


 

‎​Sidoarjo.Terasdelta – Melonjaknya angka temuan kasus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menanggapi fenomena tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk segera mengambil langkah taktis dan gerakan nyata di masyarakat.


‎​Peningkatan kasus ini dinilai sebagai lampu kuning yang memerlukan sinergi mendalam, tidak hanya dari dinas kesehatan, tetapi juga dari organisasi masyarakat dan komunitas lokal. Berdasarkan data terbaru, lonjakan kasus ini berpusat di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Porong dan Kecamatan Krian.


Ketua PC GP Ansor Sidoarjo,Choirul Mu'minin, menyatakan bahwa dinamika kenaikan kasus HIV di wilayah tersebut sangat kompleks dan saling berkaitan dengan berbagai masalah sosial di lapangan.


‎​"Kenaikan HIV ini begitu kompleks saya pikir. Tentu termasuk kaitannya penyebaran miras, kemudian warung remang-remang, dan penjualan trafficking atau mungkin secara online dan seterusnya," ujar Choirul Mu'minin saat membuka PKD dan Diklatsar PAC GP Ansor candi di MI Islamiyah Ranting Kedungpeluk.Kamis ( 26/6/2026).


‎Ia menyebutkan bahwa sebaran kasus di Sidoarjo berada di peringkat yang cukup atas untuk skala Jawa Timur, dengan fokus di dua titik kecamatan.

‎​"Kebetulan menurut data di Sidoarjo itu cukup tinggi di Jawa Timur, terutama dua kecamatan ya, yaitu Porong dan Krian," tambahnya.


‎​Setelah melakukan inventarisasi data secara menyeluruh untuk memetakan sebaran kasus, pihak berwenang akan langsung berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk merumuskan tindakan preventif dan represif.

‎​"Setelah inventarisasi, tentu kita melakukan upaya komunikasi pada stakeholder untuk bersama-sama mencarikan solusi. Terutama ya menutup mungkin tempat-tempat yang ilegal, kaitannya dengan peredaran miras dan warung remang-remang," tegasnya.


‎Menyikapi urgensi tersebut,PC GP Ansor Sidoarjo telah merancang beberapa program gerakan yang berfokus pada pencegahan dan pendampingan diantaranya:

‎* Edukasi dan Sosialisasi Masif: Menggalakkan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS yang menyasar kelompok rentan, remaja, dan lingkungan keluarga.

‎* ​Pemberdayaan dan Pendampingan: Memberikan pendampingan psikologis maupun advokasi bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), khususnya perempuan dan anak-anak, guna menghapus stigma negatif di masyarakat.

‎* ​Sinergi Kebijakan: Mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan yang ramah, inklusif, dan mudah diakses untuk screening dini.

‎​"Peningkatan kasus ini tidak bisa dibiarkan. Kita butuh gerakan yang menyentuh akar rumput agar mata rantai penularannya bisa diputus, sekaligus memastikan hak-hak penderita tetap terpenuhi tanpa adanya diskriminasi."jelasnya.


‎Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran HIV di Sidoarjo, khususnya di wilayah Porong dan Krian, sekaligus menertibkan tempat-tempat hiburan ilegal yang meresahkan masyarakat.


Dengan langkah kolaboratif ini, juga diharapkan angka penularan HIV/AIDS di Sidoarjo dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.(Mec).

×
Berita Terbaru Update