Terasdelta.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Sidoarjo berlangsung meriah sekaligus edukatif. Ribuan peserta memadati rute strategis dalam gelaran akbar "YPM Carnival". Di antara barisan peserta, semangat "Revolusi Hijau" terlihat sangat kental dipamerkan oleh jajaran sivitas akademika Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo.
Rektor UMAHA, dr. Hidayatullah, Sp.N. mengungkapkan, seluruh jajaran manajemen tinggi kampus turun langsung ke jalan untuk memeriahkan pawai kultural ini.
"Seluruh jajaran manajemen ikut. Mulai rektor, wakil rektor, dekan, kaprodi, hingga direktur-direktur, ikut semua. Total ada sekitar hampir 100 tenaga pendidik, dosen, maupun staf yang ikut serta di acara kali ini. Semuanya bernuansa hijau, selaras dengan tema karnaval," ungkap dr. H. Hidayatullah di sela-sela kegiatan, Selasa (16/6/2026).
Pantauan di lapangan, dr. H. Hidayatullah tampil berwibawa mengenakan pakaian adat Jawa yang sarat nilai budaya. Sementara itu, jajaran Wakil Rektor serta para Dekan dan Kaprodi tampil memukau dengan kostum kreasi unik yang didominasi warna hijau alami. Unsur estetika tradisional dan modern dilebur menjadi satu tanpa menghilangkan pesan utama, yaitu penyelamatan bumi.
Rektor UMAHA memaparkan, ada dua pilar utama pembuktian tema "Kreasi Tanpa Polusi" yang diusung pada karnaval tahun ini. Pertama, tidak ada satu pun kendaraan bermotor yang dilibatkan dalam barisan pawai guna memastikan udara tetap bersih bebas emisi. Kedua, diterapkannya kebijakan zero plastik secara ketat, di mana seluruh peserta diwajibkan membawa wadah minum atau tumbler masing-masing sejak dari rumah.
Pawai religius-kultural yang masif ini mengambil titik start dari Sepanjang Town House di kawasan Kalijaten. Rombongan kemudian bergerak dinamis melintasi wilayah Geluran, Raya Taman, Ketegan, Bebekan, Pasar Lama, Sepanjang, Wonocolo, Ngelom, dan berakhir di finish utama yakni YPM Center Komplek Megare. Sepanjang rute, antusiasme masyarakat tampak luar biasa menyambut pesan lingkungan yang dibawa peserta.
Melalui gerakan disiplin lingkungan ini, baik Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif (YPM) maupun UMAHA berharap kegiatan religius-kultural ini mampu memancarkan efek amplifikasi yang kuat bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya.
Pawai ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan hari besar keagamaan berskala besar dapat diselenggarakan secara meriah dan tertib, sekaligus tetap memberikan dampak ekologis yang sehat serta lestari bagi bumi. (Sam Arif).



