Siswa-siswi Tahfidz MI NBS Grabagan Tulangan, Sidoarjo, saat melakukan sambung ayat pada momentum Farewell Celebration, Minggu (21/6/2026).
Terasdelta.com – Keberhasilan spiritual menjadi sorotan utama dalam agenda Farewell Celebration Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Bilingual School (NBS) Grabagan, Tulangan. Bertempat di Auditorium KH. Bisri Syansuri Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Tulangan, Sidoarjo, Minggu (21/6/2026), prosesi kelulusan ini melahirkan kebanggaan besar melalui capaian program tahfidz para siswa.
Kepala MI NBS Grabagan, Hudi Nurwiyanto, S.Sos.I, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga ibadah anak selepas lulus dari madrasah. Pihak sekolah berharap seluruh rutinitas spiritual yang selama 6 tahun ini dikontrol ketat di sekolah dapat terus diistiqomahkan di rumah.
"Harapannya ke depan bisa lebih baik lagi. Kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan dan setiap hari dikerjakan oleh anak-anak ini, kami harap terus dilanjutkan. Shalat lima waktu yang sudah terkontrol, kegiatan belajar, dan mengaji Al-Qur'an tolong diteruskan," pesan Hudi.
Secara khusus, Hudi mengapresiasi capaian luar biasa dari kelas 6. Pada tahun ajaran ini, terdapat 8 siswa tangguh yang sukses mengikuti program tahfidz dan telah melalui proses munaqosah resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag).
"Alhamdulillah, minimal 2 juz (30 dan 29) sudah terlaksana, bahkan ada siswa yang sudah mencapai 25 juz. Ini adalah kebanggaan kami, kebanggaan orang tua semuanya, khususnya orang tua yang telah melahirkan dan berusaha semaksimal mungkin mendidik putra-putrinya. Mudah-mudahan mereka sehat dan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan baik, baik itu di pondok pesantren maupun MTS/SMP," imbuh Kepala Madrasah.
Senada dengan Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah Kecamatan Tulangan, Siti Yuli Qoiyumillah, M.Ag., memberikan wejangan mendalam terkait penjagaan hafalan Al-Qur'an (murajaah). Ia meyakini potensi tahfidz di MI NBS Grabagan jauh lebih besar dari angka yang tercatat hari ini.
"Tadi disampaikan Bapak Kepala Madrasah bahwa sudah ada sekitar 8 siswa, dan kami yakin masih banyak siswa lain yang sebenarnya hafal namun belum mengikuti ujian munaqosah. Tolong hafalan mereka dijaga dengan selalu melakukan pengulangan-pengulangan (murajaah) sehingga tidak sampai hilang hafalan Qur'annya," tutur Siti Yuli.
Siti Yuli juga menyuntikkan motivasi spiritual kepada ratusan wali murid yang hadir. Ia mengingatkan bahwa investasi mendidik anak menghafal Al-Qur'an tidak akan sia-sia karena dampaknya akan terasa hingga di akhirat kelak.
"Bapak, Ibu, kami yakin ketika putra-putri panjenengan hafal Al-Qur'an kemudian mengamalkan isinya, mereka akan menjadi deposit panjenengan ketika menghadap Allah SWT. Di akhirat nanti, insyaallah seorang ibu akan mendapatkan mahkota kemuliaan dari putra-putrinya yang menghafal Al-Qur'an. Titip nggih, Bu, apa pun yang sudah diajarkan Bapak dan Ibu guru di madrasah, tolong dilanjutkan ketika di rumah," pungkasnya khidmat. (Sam Arif).


