Notification

×

Iklan

Iklan

Resmi Dilantik, Bupati Sidoarjo Subandi Minta 80 Kades Terpilih Terapkan Digitalisasi untuk Cegah Korupsi.

Senin, 29 Juni 2026 | Juni 29, 2026 WIB Last Updated 2026-06-29T03:41:10Z


‎​Sidoarjo.Terasdelta – Proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 dinyatakan berjalan dengan aman, lancar, dan demokratis. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo H.Subandi,SH.M.Kn. dalam pelantikan kepala desa di pendopo delta Wibawa.Senin (29/6/2026).


‎​Dalam Hal ini, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran aparat keamanan, khususnya Kapolres dan Dandim, yang telah mengawal seluruh tahapan Pilkades hingga berjalan kondusif tanpa adanya konflik yang berarti.


‎​"Demokrasi itu wajar. Kalau ada salah satu pihak yang kurang puas dan ingin menempuh jalur hukum terkait urusan perdata, silakan. Negara kita adalah negara hukum. Namun, pelaksanaan pelantikan tetap harus berjalan," ujar Bupati.


‎Beliau juga berpesan kepada para calon bahwa dalam berpolitik harus siap menang dan siap kalah.

‎​

‎​Lebih lanjut, Subandi menekankan bahwa sistem tata kelola pemerintahan desa saat ini sudah jauh berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mulai tahun ini, seluruh sistem pengelolaan keuangan dan administrasi desa wajib menggunakan sistem digitalisasi.


‎​Bupati sempat bernostalgia mengenai masa-masa kepemimpinannya terdahulu, di mana sistem pengelolaan dana desa masih bersifat manual dan rawan disalahgunakan. Namun, di era digital saat ini, celah tersebut sudah ditutup rapat.


‎​"Hari ini semua kita lakukan pakai digitalisasi. Jadi, segala bentuk laporan akan terlihat dan bisa dipantau secara transparan. Tidak hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh seluruh wartawan dan masyarakat," tegasnya.


‎​Bupati juga menegaskan bahwa momentum pelantikan ini bukanlah akhir dari sebuah kontestasi politik, melainkan gerbang awal untuk melayani masyarakat secara nyata.


‎​"Ingat, pelantikan ini bukan dari akhir dan sebuah kemenangan politik, melainkan dompeng awal dari pengabdian Bapak-Ibu semua. Amanah yang Saudara pegang ini adalah titipan rakyat sekaligus mandat langsung dari Allah SWT. Jaga integritas!" tegas Bupati.


‎​Lebih lanjut, Bupati mengimbau kepada seluruh kepala desa yang baru dilantik untuk segera merangkul kembali seluruh elemen masyarakat, termasuk para mantan rival politik dalam pilkades lalu. Ia berharap tidak ada lagi pengotak-ngotakan warga berdasarkan nomor urut pemilihan.


‎​"Mulai detik ini, runtuhkan sekat-sekat perbedaan. Tidak ada lagi nomor urut yang kemarin. Sekarang Panjenengan (Anda) semua sudah dilantik sebagai kepala desa dan ibu kepala desa," ujarnya.


‎​Menariknya, dari total kepala desa yang dilantik, mayoritas merupakan wajah baru di dunia pemerintahan desa. Tercatat hanya ada 17 petahana (incumbent) dari total 80 kepala desa yang dilantik. Sebagian di antaranya ada yang berlatar belakang sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) maupun Mudin, namun banyak juga yang belum pernah berkecimpung di pemerintahan.


‎​Menyikapi hal tersebut, Bupati meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta para camat selaku pembina untuk memberikan perhatian khusus berupa bimbingan dan pembekalan awal.


‎​"Kepala desa yang baru biasanya masih energik, tapi kadang belum tahu aturan. Jadi minimal harus dikasih pondasi dulu. Tugas fungsi sebagai kepala desa itu apa, biar teman-teman itu selamat," pinta Bupati.


‎​Ia menekankan agar pembekalan orientasi tugas ini segera dilaksanakan secara mandiri di tingkat kecamatan tanpa harus menunggu bimbingan teknis (bimtek) resmi dari pemerintah daerah.


‎​Pelantikan ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada para kepala desa yang telah resmi membawa Surat Keputusan (SK) jabatan mereka untuk mulai bertugas di desa masing-masing.(Mec)

×
Berita Terbaru Update