Tim RSU Assakinah Medika memberikan contoh cara pertolongan pada siswa yang tersedak, Rabu (22/7/2026).
Terasdelta.com – Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika Sukodono, salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah PCM Sepanjang, menggelar kegiatan edukatif berupa penyuluhan penanganan gawat darurat dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Kegiatan dipusatkan di Masjid Baiturrahman, Komplek SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo. Puluhan siswa yang tergabung dalam Dokter Cilik (Docil) dan IPM Kids tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan.
Kasubbag Pelayanan Medis RSU Assakinah Medika, dr. Uung Muharromi, menjelaskan bahwa kegiatan yang diprakarsai oleh tim Resusitasi Kritis Medis ini bertujuan memberikan pemahaman mendasar mengenai pertolongan gawat darurat khusus untuk anak-anak.
"Harapannya mereka aware dan tahu sejak dini cara menolong pasien tersedak, teman yang jatuh dari tangga, hingga perawatan luka. Jika sebelumnya materi hanya seputar perawatan luka sederhana, kini kami perluas hingga CPR hands-only (resusitasi jantung paru menggunakan tangan) serta teknik pembidaian memanfaatkan barang di sekitar," terang dr. Uung, Rabu (22/7/2026).
Uniknya, teknik pembidaian yang diajarkan tidak harus menggunakan papan bidai medis konvensional, melainkan memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekolah seperti, kardus bekas, kalender, sarung, perlengkapan sekolah lainnya.
Dr. Uung menambahkan, pendidikan keselamatan ini penting diberikan sejak jenjang sekolah dasar. Mengingat di luar negeri, edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) sudah diperkenalkan sejak usia TK, sementara insiden kecelakaan di lingkungan sekolah saat ini terbilang cukup sering terjadi. Program di SD Muhammadiyah 1 Krian ini merupakan perdana, dan diharapkan dapat menular ke sekolah-sekolah lainnya.
Antusiasme Siswa dan Cita-Cita Jadi Dokter
Kegiatan ini menyedot perhatian dan semangat para siswa. Atikah Balqis, siswi kelas 5 SD Sakri yang bercita-cita menjadi dokter dan psikolog, mengaku sangat senang mendapatkan pengalaman baru ini.
"Seru dan menyenangkan! Saya belajar CPR dan cara mencuci tangan dengan bersih. Sekarang kalau ada teman yang jatuh dari tangga atau tersedak, saya sudah tahu cara menolongnya seperti yang dipraktikkan dokter tadi. Ada bahagian yang gampang dan ada yang sulit, tapi kalau dicoba ternyata gampang," tutur Atikah gembira.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Prestasi, serta Sarana dan Prasarana SD Sakri, Ratna Mettasari, M.Pd., menyambut hangat kehadiran tim RSU Assakinah Medika melalui program As-Sakinah Goes to School. Menurutnya, kehadiran praktisi medis langsung ke sekolah mampu meningkatkan wawasan dan antusiasme belajar para siswa.
Ke depannya, pihak sekolah berencana memperkuat kerja sama ini melalui program kunjungan rumah sakit (hospital tour).
"Kami memiliki program Dokter Cilik yang dioperasikan di kelas 5 untuk anak-anak yang berminat di dunia medis. Harapan kami setelah ini bisa mengajak anak-anak hospital tour ke RSU Assakinah untuk mengenalkan alat-alat medis serta pelayanan di sana secara langsung," jelas Ratna. (Sam Arif).


