Notification

×

Iklan

Iklan

UPN Veteran Jawa Timur Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Aplikasi Visual Schedule bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T08:33:16Z

Terasdelta.com – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. 

Melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), tim akademisi universitas tersebut melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didukung penuh oleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui DPPM.


Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Reisa Permatasari, dengan beranggotakan Tri Lathif Mardi Suryanto dan Devina Rahmadiani Kamaruddin Nur. Program ini dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Autis Mutiara Hati, sebuah lembaga yang berdedikasi memberikan layanan pendidikan dan bimbingan belajar bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk penyandang Autisme, ADHD, Speech Delay, Disleksia, Slow Learner, hingga Down Syndrome.

Dalam pelaksanaannya, tim mengusung tema "Penguatan Layanan Pendidikan Inklusif melalui Implementasi Aplikasi Visual Schedule Multiplatform bagi Siswa Berkebutuhan Khusus". Inovasi teknologi yang dihadirkan berupa aplikasi Visual Schedule yang dapat diakses melalui berbagai platform. 

Aplikasi ini dirancang secara khusus untuk membantu guru, terapis, orang tua, serta peserta didik dalam menyusun jadwal aktivitas secara visual agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

Implementasi aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian peserta didik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih terstruktur, adaptif, dan menyenangkan. Tidak hanya memberikan bantuan perangkat lunak, tim pengabdian juga menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para tenaga pendidik agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Ketua Tim Pengabdian, Reisa Permatasari, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan inklusif merupakan salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

"Melalui aplikasi Visual Schedule, kami berharap proses pembelajaran menjadi lebih efektif, membantu anak memahami urutan kegiatan secara mandiri, sekaligus mendukung guru dan orang tua dalam memberikan pendampingan yang konsisten," ujar Reisa, Senin (6/7/2026). 
 
Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat sinergi antara akademisi dan mitra masyarakat dalam menghasilkan solusi yang memberikan dampak langsung di lapangan.

Pelaksanaan kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya adalah SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Program ini juga mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memperluas kesempatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus melalui pemanfaatan teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pendidikan demi mewujudkan layanan pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UPN Veteran Jawa Timur berharap inovasi yang dihasilkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Yayasan Pendidikan Autis Mutiara Hati. Lebih dari itu, inovasi ini diharapkan dapat direplikasi oleh berbagai lembaga pendidikan inklusif lainnya di Indonesia sebagai upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang ramah, adaptif, dan berbasis teknologi. (red). 
×
Berita Terbaru Update