Notification

×

Iklan

Iklan

Harlah Panti Asuhan Masyithoh, Dorong Santri Berakhlak Mulia dan Mampu Tembus Perguruan Tinggi.

Minggu, 13 September 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T09:56:18Z



‎Sidoario.Terasdelta — Peringatan Hari Lahir (Harlah) Panti Asuhan Masyithoh 1 ke-37 sekaligus Panti Asuhan Masyithoh 2 Annur ke-4 berlangsung khidmat dan semarak pada Ahad (13/9/2026).

‎Bertempat di Panti Asuhan Masyithoh 1 Gedang, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, agenda tahunan ini menjadi momentum krusial bagi jajaran pengurus, santri, dan warga Nahdliyin untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen pengabdian sosial-keagamaan.

‎Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang dipusatkan di Krembung, kali ini Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) memusatkan seluruh rangkaian kegiatan di wilayah Porong. Rangkaian acara telah dimulai beberapa hari sebelum hari puncak melalui tradisi ziarah ke makam para pendiri panti sebagai bentuk penghormatan atas fondasi perjuangan yang telah diletakkan.

‎Pada puncak acara, suasana religius terasa kental sejak pagi hari melalui pembacaan khotmil Qur'an dan istighosah bersama, dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Aad Ainurussalam. Selain agenda spiritual, peringatan harlah ini juga menjadi panggung pembuktian bakat dan kompetensi para santri. Berbagai pementasan ditampilkan secara apik, di antaranya:

· ‎Pentas Seni dan Tari: Pertunjukan kreasi seni mandiri yang mengasah bakat motorik dan ekspresi anak.

· ‎Pidato Dua Bahasa: Penampilan pidato berbahasa Inggris dan Arab sebagai tolok ukur penguasaan bahasa internasional.

· ‎Hafalan Kitab Imriti: Demonstrasi penguasaan tata bahasa Arab dan literatur keislaman klasik.

‎Ketua PAC Muslimat NU Porong, Hj. Lilik Faridah, mengungkapkan bahwa panti asuhan yang kini mengasuh 44 santri terdiri dari 38 santri putri dan 6 santri putra terus mengalami perbaikan dari sisi sarana dan prasarana gedung. Seluruh pendanaan operasional serta pembebasan lahan sejauh ini mengandalkan swadaya dan gotong royong warga Nahdliyin, khususnya jajaran Muslimat NU di tingkat kecamatan.

‎Ke depan, pihak panti juga tengah bersiap membangun kantor Muslimat NU di atas lahan dua kavling yang telah dibebaskan. Meski demikian, Lilik menegaskan bahwa fokus utama pengurus saat ini tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan pada jaminan masa depan pendidikan para alumni. YKMNU menargetkan seluruh lulusan tingkat SMA/sederajat dari panti asuhan tersebut dapat melanjutkan studi hingga ke jenjang universitas.

‎"Ini menjadi tugas dan PR besar bagi YKMNU agar anak-anak panti bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik melalui program terobosan beasiswa maupun kerja sama dengan pihak kampus," ujar Lilik Faridah.

Menghadapi pesatnya arus teknologi dan risiko pergaulan bebas, pihak pengurus merancang kurikulum pembinaan terpadu. Untuk membentuk karakter yang tangguh dan berakhlakul karimah, para santri digembleng melalui pendidikan Madrasah Diniyah (Madin), pendalaman Al-Qur'an, kajian ke-Aswaja-an (Ahlussunnah wal Jama'ah), serta pembekalan literasi digital secara bijak.

‎Lilik berharap pembinaan ini mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas moril dan intelektual.

‎Kegiatan harlah tersebut ditutup dengan ramah tamah yang dihadiri oleh jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Porong, seluruh badan otonom (Banom) NU, tokoh masyarakat lokal, serta perwakilan pemerintah desa setempat.(Mec)

×
Berita Terbaru Update