Notification

×

Iklan

Iklan

TNI Angkatan Laut (AL)Terima Dua Kapal Perang Baru Pemburu Ranjau.

Selasa, 15 Agustus 2023 | Agustus 15, 2023 WIB Last Updated 2023-08-15T05:12:49Z


 

Surabaya.Terasdelta - TNI Angkatan Laut (AL) menerima Dua kapal pemburu ranjau buatan Jerman dan lima kapal cepat rudal (KCR) produksi PT PAL dan satu kapal trimaran. Selasa (15/8/23).

 

Serah terima secara simbolis diberikan oleh Menteri pertahanan RI Prabowo Subianto di Dermaga Madura, Komando Armada II.Surabaya pada senin (14/8/23) pagi.

 

Sumber dari Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) menyatakan Selain dua kapal pemburu ranjau, Menhan Prabowo juga menyerahkan lima kapal cepat rudal (KCR) produksi PT PAL dan satu kapal trimaran.

 

“Hari ini kita melaksanakan delivery cerimony menyerahkan beberapa alutsista Dua kapal pemburu ranjau dan kapal cepat rudal (KCR) peluru kendali ,kapal-kapal tersebut buatan kita sendiri .karya anak bangsa. Ungkap Menhan RI Prabowo Subianto

 

Sebelumnya, prosesi penyerahan dua kapal pemburu ranjau itu diserahkan kepada  Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan KSAL Laksamana Muhammad Ali.

 

“Telah serahkan pada hari Senin dari Kementerian Pertahanan kepada Bapak KSAL (Laksamana Muhammad Ali) dan langsung ke Koarmada II,” sumber Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal).

 

Dua kapal pemburu ranjau terbaru tersebut, KRI Pula Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, akan menggantikan dua kapal pemburu ranjau sebelumnya, KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712, yang usianya sudah cukup tua.

 

KSAL Muhammad Ali telah memimpin acara penerimaan dua unit kapal pemburu ranjau bertipe mine counter meassure vessel (MCMV) itu di Galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder, Bremen, Jerman.


Dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) disebutkan bahwa tujuan dari pengadaan kedua KRI tersebut tak lepas dari masih banyaknya ranjau laut peninggalan perang dunia kedua di laut Indonesia. selain itu, karena dinamisnya perkembangan teknologi persenjataan ranjau saat ini,Kedua KRI itu akan dioperasikan untuk membersihkan perairan Indonesia yang masih memiliki potensi bahaya ranjau.(Hud/Tim)

×
Berita Terbaru Update