Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi RSI Siti Hajar dan Satlantas Polresta Sidoarjo, Hadirkan Layanan SIM Keliling dan Edukasi Gawat Darurat .

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T13:25:17Z


 

‎Sidoarjo.Terasdelta - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo terus berinovasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Bekerja sama dengan Satlantas Polresta Sidoarjo, RSI Siti Hajar menggelar program "Dokar Sidoarjo" (Doa Bersama untuk Keselamatan), yang menghadirkan layanan SIM keliling tepat di halaman masjid rumah sakit, Jumat (6/3/26).

‎​Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini tidak hanya memfasilitasi perpanjangan SIM bagi warga sekitar, tetapi juga bagi keluarga pasien yang sedang berada di lingkungan rumah sakit.

‎​

‎​Direktur RSI Siti Hajar, dr.Iqbal Faizin‎M.Kes., AIFO-K. menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.


‎​"Kami ingin masyarakat, termasuk keluarga pasien yang sedang menunggu atau berobat, bisa memanfaatkan waktu mereka lebih efisien. Sambil berobat, mereka juga bisa mengurus administrasi SIM di satu lokasi yang sama," ujarnya.


‎​Selain layanan SIM keliling, tim medis dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Siti Hajar yang terdiri dari satu dokter dan empat perawat turut memberikan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi masyarakat umum yang hadir.


‎​Acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial dengan bagikan Sebanyak 200 paket takjil puasa kepada para peserta layanan SIM, keluarga pasien, serta warga sekitar.  Pihak RSI Siti Hajar berharap sinergi ini dapat terus berlanjut secara rutin setiap bulannya.


‎​"Mudah-mudahan kerja sama ini bisa menjadi agenda bulanan untuk terus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi warga Sidoarjo," pungkasnya.

‎​Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan setiap Jumat sore dengan berkeliling ke berbagai rumah sakit di wilayah Sidoarjo. Hadir pula " SAMLING " yaitu layanan jemput bola dari Kepolisian, Bapenda, dan Jasa Raharja untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan dan pengesahan STNK.


‎​Sinergi Spiritual dan Edukasi Medis Program DOKAR ini berawal dari kerja sama erat antara kepolisian dan pihak rumah sakit yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas.


‎​"Kami berdoa bersama agar angka kecelakaan di Sidoarjo menurun. Selain doa, kami juga melibatkan tenaga ahli profesional untuk memberikan edukasi PPGD (Penanganan Pertama Gawat Darurat) kepada masyarakat, sehingga fatalitas korban kecelakaan dapat diminimalisir melalui penanganan yang tepat," ujar AKP Yudhi.

‎​

‎​Khusus di bulan Ramadan ini, Satlantas Polresta Sidoarjo menambah nilai plus dalam program tersebut dengan menghadirkan unit SIM Keliling dan Samsat Keliling langsung di area parkir rumah sakit.


‎​Langkah "jemput bola" ini bertujuan untuk memfasilitasi para tenaga medis yang memiliki jadwal kerja padat sehingga kesulitan mengurus perpanjangan SIM atau STNK di kantor layanan reguler. Untuk layanan Kapasitas Tidak ada kuota terbatas, namun rata-rata melayani 50 hingga 100 pemohon setiap pekannya.


‎​"Harapan kami, masyarakat semakin tertib dan taat berlalu lintas. Dengan layanan yang lebih dekat dan mudah, kami ingin mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di wilayah Sidoarjo," pungkasnya.


‎​Salah satu pegawai RSI Siti Hajar Sidoarjo,Pak Munir, membagikan pengalamannya setelah mencoba langsung layanan di bus Unit SIM Keliling tersebut. Ia mengaku terkejut dengan efisiensi waktu yang diberikan oleh petugas.


‎​"Prosesnya sebetulnya cepat ya, kurang lebih cuma 5 menit perpanjangan sudah selesai. Cepat sekali," ujar Pak Munir

Pak Munir juga menjelaskan bahwa seluruh biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mencakup seluruh komponen persyaratan.


‎​"Tadi total biaya Rp 250 ribu. Itu sudah lengkap semua, sudah termasuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), tes kesehatan, hingga tes psikologi. Jadi sudah sesuai ketentuan," tambahnya.


‎​Ia berharap ke depan pelayanan publik, khususnya kepolisian, bisa semakin maju dan memberikan kemudahan lebih bagi masyarakat luas. ​( Mec ).

×
Berita Terbaru Update