Notification

×

Iklan

Iklan

Peringati 1 Muharram 1448 H, Ratusan Santri Sukodono Sidoarjo Kampanyekan Edukasi Bebas Sampah.

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T12:32:59Z


‎​Sidoarjo.Terasdelta — Mengusung misi penyelamatan lingkungan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jumputrejo, MWC Sukodono, Sidoarjo kembali menggelar Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, Senin (15/6/2026).

‎​Pawai tahunan yang memasuki edisi kelima ini diikuti oleh sedikitnya 800 santri dari 18 Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) setempat. Mengambil titik start di Balai Desa Jumputrejo, para peserta secara simbolis dilepas oleh PRNU Jumputrejo, jajaran Forkopimka Sukodono serta perwakilan DPRD Sidoarjo.

‎​Ketua Panitia PHBI PRNU Jumputrejo, Muhammad Winarto, S.H.I., menegaskan bahwa visualisasi pawai tahun ini sengaja memanfaatkan limbah rumah tangga guna menanamkan nilai ekologis kepada generasi muda. Atribut seperti payung hias dan tas belanja dimodifikasi sedemikian rupa dari bahan dasar plastik kresek dan tutup botol bekas.

‎​"Ini langkah konkret kami untuk mengedukasi santri agar menjaga kebersihan di tempat mereka menuntut ilmu. Kita gerakkan dari unit terkecil agar lingkungan bersih dari sampah berserakan," jelas Winarto.

‎Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para santri dan panitia. Menurutnya, kegiatan ini memiliki dimensi manfaat yang luas, baik secara sosial maupun edukatif.

‎​"Selain bertema kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, mempererat tali persaudaraan dan persatuan, serta menjadi bentuk kreativitas dan inovasi anak-anak TPQ kita yang luar biasa," kata Zakaria Dimas.

‎​Ia berharap semangat inovasi peduli lingkungan ini tidak berhenti sebagai pemanis momentum pawai 1 Muharram saja, melainkan diadopsi menjadi kebiasaan sehari-hari.

​"Harapannya kepada anak-anak, ya, kegiatan inovasi ini terus bisa dipertahankan, dikembangkan, dan tidak hanya pada kegiatan pawai hari ini saja. Mungkin bisa menjadi rutinitas pada kegiatan-kegiatan berikutnya," pungkasnya.(Mec).

×
Berita Terbaru Update