Notification

×

Iklan

Iklan

Lakukan Penataan Penjemputan Siswa, MI NBS Grabagan Imbau Wali Murid Tak Padati Area Balai Desa

Senin, 27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T04:50:29Z
Suasana wali murid saat menjemput anaknya di depan gerbang madrasah. (Foto:ist). 

Terasdelta.com – Guna mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban fasilitas umum di sekitar lingkungan madrasah, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ulum Bilingual School (MI NBS), Hudi Nurwiyanto, S.Sos.I, M.Pd. mengeluarkan surat imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh wali murid kelas 1 hingga kelas 6. Pemberitahuan tersebut diterbitkan berdasarkan instruksi dari Dewan Pimpinan Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Nahdlatul Ulama (BPPPNU) Grabagan.

Langkah ini diambil untuk menciptakan kenyamanan bersama, baik bagi pengguna jalan maupun pihak Pemerintah Desa Grabagan.

Dalam pengumuman resminya yang diterima awak media, terdapat empat poin utama yang ditekankan kepada para wali murid, antara lain:

1. Sterilisasi Area Balai Desa. Wali murid dan siswa diminta untuk tidak berkerumun di area Balai Desa Grabagan dan sekitarnya, termasuk musholla, saat mengantar maupun menjemput agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan pemerintah desa.

2. Penetapan Lokasi Penjemputan. Wali murid dipersilakan menunggu di depan area madrasah atau memanfaatkan area parkir lapangan serta sekitarnya.

3. Mengurai Kepadatan. Setelah berhasil menemui putra atau putrinya, orang tua diimbau untuk langsung meninggalkan lokasi agar tidak memicu penumpukan kendaraan.

4. Ketertiban Pedagang/Jajanan. Orang tua diharapkan mengarahkan anak-anaknya agar tidak berbelanja atau jajan di pinggir jalan yang berpotensi memicu kemacetan lalu lintas.

"Demikian pemberitahuan kami atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih," tulis Hudi melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima awak media, Senin (27/7/2026). 

Instruksi tersebut disambut baik oleh orang tua siswa. Salah satu wali murid, Mamad, menilai kebijakan penataan arus penjemputan ini sangat tepat untuk mengatasi kesemrawutan lalu lintas yang kerap terjadi setiap jam pulang sekolah.

"Langkah ini sangat tepat karena setiap jam pulang sekolah banyak kendaraan terjebak macet akibat aktivitas penjemputan. Apalagi jalurnya hanya satu. Jika ada mobil atau kendaraan besar seperti truk yang berpapasan, antrean pasti mengular panjang," ujar Mamad.

Ia menambahkan, meski selama ini sudah ada petugas keamanan (satpam) yang bersiaga mengatur jalan, volume kendaraan yang melintas tetap membuat para penjemput harus ekstra sabar mengantre di tengah terik matahari.

Sebagai solusi jangka panjang, Mamad memberikan pandangan dan saran konstrukstif agar skema penjemputan bisa berjalan lebih maksimal.

"Semoga ke depan jalannya bisa diperlebar. Kalau bisa, titik penjemputan difokuskan di satu tempat saja, yaitu area parkir lapangan. Petugas keamanan nanti bisa membantu mengantar siswa ke titik tersebut untuk bertemu orang tuanya masing-masing. Ini bisa sangat mengurangi kemacetan," pungkasnya. (Kholid / Sam Arif).
×
Berita Terbaru Update