Notification

×

Iklan

Iklan

Siap Menuju Madrasah Adiwiyata, MINU KH. Mukmin Sidoarjo Fokus Bentuk Budaya Cinta Lingkungan

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T07:40:57Z
Tim Penyuluh Lingkungan Hidup DLHK Kab. Sidoarjo melakukan visitasi lapangan program Madrasah Adiwiyata di MINU KH Mukmin Sidoarjo, Jum'at (26/7/2026). 

Terasdelta.com — Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) K.H. Mukmin Sidoarjo menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi proses visitasi lapangan dari Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo. Evaluasi ini dilakukan guna menilai kelayakan madrasah untuk meraih predikat sebagai Madrasah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sidoarjo.

​Kepala MINU KH. Mukmin Sidoarjo, Hj. Anis Faridah, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh persiapan, baik dari segi pembenahan administrasi maupun penataan lingkungan fisik, telah diselesaikan secara optimal. Langkah besar ini selaras dengan visi utama madrasah dalam mewujudkan generasi Islam yang beriman dan bertakwa berdasarkan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, berakhlaqul karimah, berilmu, berjiwa kebangsaan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

​"Alhamdulillahi rabbil alamin. Harapan kami dengan lolos menjadi Madrasah Adiwiyata di tingkat kabupaten, kita bisa melanjutkan langkah hingga ke tingkat nasional," ujar Anis, Jum'at, (24/7/2026). 
Bukan Sekadar Penghargaan, Namun Pembentukan Budaya & Karakter

​Anis menegaskan bahwa esensi utama dari keikutsertaan dalam program Adiwiyata ini bukanlah sekadar mengejar piala atau trofi penghargaan semata. Lebih dari itu, target utamanya adalah membangun budaya berkelanjutan dan karakter seluruh warga madrasah agar memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup sehari-hari.


​Sebagai pilar penggerak di lapangan, MINU KH. Mukmin secara resmi telah membentuk 126 Kader Adiwiyata yang tersebar di 21 kelas, di mana masing-masing kelas diwakili oleh 6 kader siswa yang aktif menggerakkan aksi lingkungan.

​Apresiasi dan Penilaian Lapangan dari DLHK Kabupaten Sidoarjo

​Proses evaluasi lapangan memberikan sinyal positif bagi madrasah. Tri Wijayanti, S.T., Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Pertama dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan dan kondisi lingkungan MINU KH. Mukmin Sidoarjo. 

​"Setelah saya melakukan visitasi di MINU KH Mukmin Sidoarjo, lingkungannya sudah terjaga dengan baik. Karakter Adiwiyata saya lihat sudah diterapkan di MINU KH Mukmin, baik di lingkungan fisiknya maupun di dokumen secara administrasi. Semua yang disyaratkan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata terpenuhi di sekolah ini," ungkap Tri Wijayanti.


​Tri menjelaskan bahwa penilaian Sekolah Adiwiyata berpatokan pada 5 Aspek Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), yaitu:

​1. Kebersihan, Sanitasi, dan Drainase: Menjaga kebersihan area madrasah, ketersediaan sanitasi yang memadai, dan saluran air yang lancar.

​2. Pengolahan Sampah: Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pemilahan sampah terstruktur.

​3. Keanekaragaman Hayati: Penanaman, pemeliharaan, pembibitan tanaman (flora), serta pemeliharaan fauna.

​4. Konservasi Air: Penghematan air serta pemanfaatan sisa buangan air untuk penggunaan berikutnya.

​5. Konservasi Energi: Gerakan penghematan energi secara menyeluruh di lingkungan sekolah.

​Tren Positif Sekolah Adiwiyata di Sidoarjo

​Lebih lanjut, Tri Wijayanti menerangkan mekanisme penghargaan Adiwiyata. Bagi sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang berhasil lolos penilaian tingkat kabupaten, akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Adiwiyata Tingkat Kabupaten yang ditandatangani langsung oleh Bupati Sidoarjo. (Sementara untuk tingkat SMA/SMK/MA dikelola oleh DLH Provinsi Jawa Timur).


​"Program Adiwiyata memiliki jenjang yang berkelanjutan diantaranya, Tingkat Kabupaten (Penilai & SK oleh DLHK & Bupati Sidoarjo). Tingkat Nasional (Penilai oleh Kementerian LH, SK & Piagam oleh Menteri Lingkungan Hidup). Tingkat Mandiri (Penilai oleh Kementerian LH, SK & Piagam oleh Menteri Lingkungan Hidup). Di tingkat Nasional dan Mandiri, DLHK Kabupaten berperan sebagai tim pembina bagi sekolah-sekolah yang mewakili daerah," terangnya. 

​Tri Wijayanti menambahkan, peminat Program Adiwiyata di Sidoarjo terus mengalami kenaikan dari target tahunan sebanyak 10 sekolah. ​Tahun 2025, terdapat 14 sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Kabupaten. Sedangkan tahun 2026, terdapat 16 sekolah yang berhasil lolos verifikasi dokumen administrasi dan masuk tahap penilaian lapangan, salah satunya adalah MINU KH. Mukmin Sidoarjo.

​Dampak Berkelanjutan Bagi Masyarakat

​Pihak madrasah berharap kebiasaan merawat lingkungan yang terbentuk melalui program Adiwiyata ini dapat dijalankan secara istikamah (konsisten) oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, karyawan, wali murid, hingga lingkungan masyarakat luas.


​"Kami ingin kebiasaan merawat lingkungan ini tidak hanya berhenti di madrasah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan masyarakat. Semoga lingkungan tempat tinggal kita menjadi semakin baik dan sehat untuk ditempati bersama," pungkas Anis Faridah. (Sam Arif). 
×
Berita Terbaru Update